Duti Import Emas Malaysia Jadi 0% Mulai 1 November 2026: 5 Hal Penting Sebelum Membeli Emas
Kabar duti import emas yang dipotong dari 10% menjadi 0% mulai 1 November 2026 disambut hangat para penabung emas di Malaysia. Namun sebelum Anda mempercepat rencana membeli, ada satu hal yang perlu dipahami lebih dulu: perubahan ini tidak otomatis membuat harga emas di toko turun 10%.
Duti hanya satu baris di antara beberapa komponen biaya yang membentuk harga emas. Artikel ini menjelaskan apa yang sebenarnya berubah, siapa yang terdampak, dan lima hal yang sebaiknya Anda periksa sebelum menambah simpanan emas.
Apa Itu Duti Import Emas dan Apa yang Berubah?
Duti import adalah pungutan yang dikenakan ketika barang masuk ke suatu negara. Di Malaysia, aturan barunya dituangkan lewat Customs Duties (Amendment) Order 2026 [P.U. (A) 350], yang menurunkan tarif duti untuk emas batangan tempaan (minted bar) kadar 999,9 dari 10% menjadi 0%.
Barang yang Terdampak: Emas Tempaan 1 Gram sampai 50 Gram
Aturan ini menyasar emas batangan tempaan dengan kode tarif 7115.90.10 00, terutama pada ukuran 1 gram hingga 50 gram. Ukuran kecil itulah yang paling sering dibeli rumah tangga untuk menabung, sehingga sasarannya jelas: penabung kecil dan menengah, bukan hanya pemilik emas dalam jumlah besar.
Yang Tidak Terdampak: Emas Cetak Lokal dan Perhiasan
Ada beberapa hal yang perlu diluruskan agar harapannya tidak berlebihan. Emas yang dicetak di dalam negeri Malaysia memang tidak pernah dikenakan duti ini. Emas tuang (cast bar) dengan kode 7108.12.1000 sudah bebas sebelumnya, dan perhiasan tidak terpengaruh sama sekali.
Ringkasnya, yang berubah adalah satu pos biaya pada satu jenis produk, bukan seluruh struktur harga emas.
Mengapa Harga di Toko Belum Tentu Turun 10%
Di sinilah banyak penabung keliru. Duti 10% dihitung dari nilai import, bukan dari harga yang Anda bayar di toko. Setelah digabung dengan biaya pendaratan lainnya, angka itu setara sekitar 9,1% dari biaya yang sudah termasuk duti—bukan 10% dari harga ritel.
Hitungan Sederhana: Duti Bukan Satu-satunya Komponen
Sebuah emas batangan melewati beberapa pos biaya: harga bahan, pengiriman dan asuransi, duti, lalu premium dealer, dan terakhir selisih harga saat Anda menjualnya kembali. Ketika satu pos turun, pos lain tidak otomatis ikut turun.
Dealer yang masih memegang stok lama juga bisa menahan harga lebih dulu sebelum meneruskan potongan ke pembeli.
Premium Dealer dan Spread Buyback Lebih Menentukan dalam Jangka Panjang
Justru dua komponen inilah yang Anda bayar setiap kali bertransaksi: premium di atas harga spot saat membeli, dan spread saat menjual kembali. Tarif duti berubah sekali; premium dan spread Anda hadapi berulang kali.
Karena itu, penabung yang cermat membandingkan dua hal itu lebih dulu sebelum mengejar kabar pajak. Cara menghitungnya bisa Anda pelajari di panduan spread harga beli dan jual emas.
5 Hal Penting Sebelum Membeli Emas Menyambut Aturan Baru
Lima hal berikut berlaku baik untuk pembelian di Malaysia maupun di Indonesia.
- Pastikan aturan ini relevan bagi Anda. Kalau Anda membeli emas di Indonesia, ketentuan duti Malaysia tidak berlaku langsung; yang berlaku adalah aturan di negara tempat Anda bertransaksi.
- Bandingkan biaya total, bukan hanya potongan pajaknya. Tanyakan harga beli, premium di atas harga spot, dan harga buyback dalam satu kali percakapan. Selisih keduanya biasanya jauh lebih berdampak daripada satu baris pajak.
- Periksa kebijakan buyback-nya. Emas baru terasa manfaatnya ketika mudah dijual kembali. Pahami dulu selisih harga beli dan buyback emas.
- Jangan menunda tanpa batas. Harga emas bergerak setiap hari. Penurunan biaya yang kecil bisa terhapus oleh kenaikan harga yang terjadi lebih cepat dari perkiraan Anda.
- Catat tanggal, harga, dan berat setiap pembelian. Catatan sederhana ini memudahkan Anda menghitung perkembangan simpanan sekaligus menjadi dasar saat menyusun rencana keuangan berikutnya.
Bagaimana dengan Penabung Emas di Indonesia?
Aturan ini khusus Malaysia. Bagi pembaca di Indonesia, yang bisa diambil bukan angka 10% atau 0%, melainkan cara berpikirnya: biaya kepemilikan emas selalu terdiri dari beberapa komponen, dan komponennya berbeda di setiap negara.
Pungutan yang berlaku di Indonesia diatur oleh otoritas setempat dan mengikuti ketentuan yang berlaku, sehingga besarannya bisa berbeda. Yang tetap sama adalah saran praktisnya: kenali semua komponen biaya sebelum membeli, bukan hanya yang sedang menjadi berita.
Panduan aturan pajak dan pungutan emas dapat membantu Anda memetakan komponen tersebut.
Kesimpulan
Duti import emas Malaysia yang turun menjadi 0% mulai 1 November 2026 memang kabar baik, terutama untuk pembelian emas tempaan ukuran 1 gram sampai 50 gram. Namun keputusan membeli tetap sebaiknya diambil dengan melihat biaya total: premium, spread buyback, dan tujuan keuangan Anda sendiri.
Kalau tujuan Anda menabung emas secara rutin dan terukur, langkah paling sederhana adalah memulai dari jumlah kecil yang konsisten. Program seperti GAP dan POE Public Gold memungkinkan Anda membeli emas resmi bersertifikat secara bertahap sesuai kemampuan, sehingga keputusan tidak lagi bergantung pada satu kabar pajak.
Sumber: laporan The Edge Malaysia mengenai penurunan duti import emas tempaan (3 Oktober 2026) dan penjelasan konsumen RinggitPlus (5 Oktober 2026).